Jadilah Polisi Bagi Dirimu Sendiri
Humas Polres Lamsel melayani Kebutuhan Informasi Anda

Membegal di Jawa, Bawa Motor ke Lampung, diamankan di KSKP Bakauheni

BAKAUHENI – Anggota Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni menyita lima motor yang diduga hasil pembegalan di Pulau Jawa. Polisi juga mengamankan Beni Siswanto (23), warga Desa Karanganom, Kecamatan Wawaykarya, Lampung Timur, yang diduga terlibat kasus tersebut.
Kasus ini diungkap Senin (6/4) lalu. Awalnya, petugas memeriksa kendaraan yang turun dari Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 03.30 WIB. Lalu terlihat motor Honda BeAT warna putih oranye tanpa pelat. Curiga, petugas memeriksa surat-surat kendaraan.
Ternyata, Beni yang membawa motor tersebut tidak bisa menunjukkan surat-surat kendaraan. Tidak hanya itu. Saat diperiksa, kunci kontak motor dalam kondisi rusak.
Kepala KSKP Bakauheni AKP Feria Kurniawan mengatakan, ketika digeledah, pihaknya menemukan dua kunci letter T dari tas selendang warna cokelat yang dibawa Beni.
Ia langsung dibawa ke markas KSKP untuk diperiksa lebih lanjut. Menurut dia, ada dugaan, motor-motor tersebut hasil pembegalan. ”Pengakuan dari tersangka, dia sebelumnya mengambil empat motor. Saat ini lima motor sudah kami amankan,” sebut Feria.
Mantan Kasatreskrim Polres Lamsel ini menambahkan, bagi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan, dipersilahkan mendatangi markas KSKP untuk memeriksa motor yang sudah diamankan.
Lima motor itu adalah Honda Beat tanpa pelat nomor dengan nomor rangka MH1JFM228FK191747 dan nomor mesin JFM2E2177561. Kemudian Yamaha Mio GT warna putih tanpa pelat nomor dengan nomor rangka MH32BJ001DJ126214 dan nomor mesin 2BJ-126226.
Selanjutnya, Yamaha Vixion warna hitam tanpa pelat nomor dengan nomor rangka MH31PA002DK130447 dan nomor mesin 1PA129776; Yamaha Vixion warna merah BE 6156 NY dan Yamaha Vixion warna BE 4528 OL.
”Jika masyarakat merasa kendaraan tersebut miliknya, silahkan datang dan menunjukkan surat-surat kendaraan. Datang langsung, tanpa diwakilkan,” tegas Feria.
Sementara Beni mengaku hanya bertugas mengambil kendaraan dari Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni. Menurut dia, rekan-rekannya yang mengambil kendaraan tersebut.
”Saya cuma mengambil titipan saja di pelabuhan. Kalau yang mengambil (mencuri, Red) bukan saya,” kata Beni tanpa menjelaskan siapa rekannya yang bertugas sebagai eksekutor